QRIS
Selasa, 29 September 2026 17:36 WIB
Penulis:Justina Nur Landhiani

JAKARTA — Kamu tentu sekarang sudah tidak asing lagi dengan QRIS, bahkan sering menggunakannya sebagai salah satu cara untuk membayar.
Quick Response Code Indonesia Standard atau QRIS adalah standar QR Code pembayaran yang mengintegrasikan berbagai QR dari Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP).
Sistem ini dikembangkan oleh industri sistem pembayaran bersama Bank Indonesia untuk membuat transaksi menggunakan QR Code menjadi lebih praktis, cepat, dan aman.
Setiap Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran yang menyediakan layanan pembayaran melalui QR Code diwajibkan menggunakan standar QRIS.
BACA JUGA: Waspada ATM Card Trapping! Modus Pencurian yang Akan Sedot Isi Rekeningmu
Namun, walau QRIS menawarkan kemudahan dalam bertransaksi, kamu sebagai penggunaan QRIS tetap perlu hati-hati. Pasalnya, sudah sering kita dihebohkan dengan aksi penipuan yang mengganti stiker QRIS pada kotak amal sebuah masjid dengan QRIS lain yang diduga milik pelaku.
Modus tersebut tentu dapat membuat masyarakat lebih waspada saat menggunakan QRIS. Namun, bukan berarti kamu harus berhenti menggunakannya. Ada sejumlah langkah sederhana yang bisa dilakukan untuk memastikan QRIS yang dipindai aman dan terhindar dari penipuan.
Setelah memindai QRIS, perhatikan tautan atau halaman yang muncul. Pastikan alamat tersebut berasal dari pihak resmi dan sesuai dengan penyedia QR Code atau layanan pembayaran yang digunakan.
BACA JUGA: Waspada! Ransomware Intai ASEAN, Penjualan Data Curian Naik 3 Kali Lipat
QRIS yang mencurigakan bisa saja mengarahkan pengguna ke halaman yang meminta informasi sensitif.
Oleh karena itu, jangan sembarangan memasukkan data pribadi, PIN, kata sandi, atau informasi penting lainnya jika diminta setelah memindai QR Code.
BACA JUGA: Pilih Investasi Dolar atau Emas, Mana yang Lebih Cuan?
Sebelum menyelesaikan transaksi, pastikan nama penerima yang muncul sudah sesuai dengan tujuan pembayaran.
Untuk transaksi bisnis atau donasi, perhatikan apakah nama penerima merupakan nama instansi, perusahaan, atau lembaga resmi, bukan nama pribadi yang tidak dikenal.
Jangan hanya fokus pada tampilan QR Code di layar. Kalau QRIS berbentuk stiker atau ditempel di tempat umum, periksa apakah ada stiker lain yang menutupi atau ditempel di atas QR Code sebelumnya.
QRIS resmi umumnya dilengkapi identitas atau logo pihak penerima yang jelas.
BACA JUGA: 8 Cara Cerdas Lindungi HP dari Pelacakan dan Peretasan, Awas Disadap!
Kondisi fisik QR Code juga perlu diperhatikan. Kalau cetakannya terlihat buram, rusak, tidak jelas, atau berbeda dari QR Code yang biasanya digunakan oleh suatu tempat, sebaiknya jangan langsung melakukan pembayaran dan lakukan pengecekan terlebih dahulu.
Itu tadi beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk mencegah terjebak modus penipuan atau pencurian yang menggunakan modus QRIS palsu.