Fashion
Senin, 03 Agustus 2026 10:34 WIB
Penulis:Justina Nur Landhiani

JAKARTA — Tidak banyak sosok miliarder dunia yang berani buka-bukaan kehidupan pribadi mereka termasuk cara berpikir dalam menjalankan bisnis. Namun, mungkin hal ini berbeda dengan CEO LVMH, Bernard Arnault yang kini telah menangani berbagai merek fashion mewah ternama.
Seperti yang dilansir dari Business Insider, host podcast asal Prancis LEGEND, Guillaume Pley menggelar interview langka dengan CEO LVMH tersebut.
Di sesi wawancara ini, sosok di balik merek-merek mewah seperti Louis Vuitton, Dior, dan Tiffany & Co tersebut berbicara tentang banyak hal, mulai dari memberi saran kepada Steve Jobs hingga caranya dalam mendidik anak-anak.
BACA JUGA: Menguak Skandal Loro Piana: Brand Mewah tapi Tersandung Kasus Eksploitasi Tenaga Kerja
Berikut penjelasannya.
Arnault mengungkapkan bahwa Steve Jobs ternyata pernah meminta masukannya ketika Apple sedang mempersiapkan pembukaan toko ritelnya.
Saat itu, menurut Arnault, hampir tidak ada perusahaan teknologi yang menjual produknya sendiri melalui butik eksklusif.
"Kami mengatakan kepadanya, kalau ingin membuat toko yang indah, datanglah dan lihat bagaimana Louis Vuitton melakukannya," kata Arnault.
Ia menambahkan bahwa Apple kemudian mengirim seseorang untuk mempelajari konsep butik Louis Vuitton. Arnault juga menyarankan Jobs agar Apple Store dibuka di lokasi premium yang sama dengan toko Louis Vuitton, termasuk di kawasan Ginza, Tokyo, yang menurutnya hingga kini masih ramai dikunjungi.
BACA JUGA: Tarif Trump Hantam 500 Orang Terkaya Dunia, Rp3.444 Triliun Lenyap dalam Sehari
Arnault, yang kini menjadi orang terkaya kesembilan di dunia, mengungkapkan bahwa tim investasi keluarganya merupakan salah satu investor awal Netflix. Menurutnya, mereka pernah memiliki hampir 20% saham perusahaan tersebut.
Investasi itu memang menghasilkan keuntungan besar, tetapi sebenarnya bisa jauh lebih menguntungkan.
Menurut perhitungannya, nilai kepemilikan tersebut saat ini bisa mencapai sekitar 10 kali lipat lebih tinggi.
Kelima anak Bernard Arnault sekarang berhasil menduduki posisi penting di berbagai perusahaan dalam grup LVMH. Ia mengakui bahwa dirinya memang sengaja melibatkan mereka sejak usia muda.
Arnault mengatakan bahwa ia sering mengajak anak-anaknya memahami proses investasi dan berbagai transaksi bisnis yang dijalaninya. Namun, ia juga menetapkan satu syarat yang tidak bisa ditawar.
"Saya mengatakan kepada mereka, kalau suatu hari ingin ikut terlibat dalam semua ini, kalian harus belajar dengan sungguh-sungguh. Kalau tidak, itu tidak mungkin."
Arnault terlibat langsung dalam pendidikan anak-anaknya. Ia bercerita bahwa ketika salah satu putranya kesulitan memahami matematika menjelang ujian akhir sekolah di Prancis, ia selalu pulang pukul enam sore untuk membantu mengerjakan soal-soal matematika.
Mengenai peluang anak-anaknya memimpin LVMH di masa depan, Arnault menegaskan bahwa semua orang diperlakukan sama.
"Di LVMH, kemajuan karier ditentukan berdasarkan sistem meritokrasi."
BACA JUGA: Intip Profil Frédéric Arnault, Anak Miliarder Perancis yang Diisukan Pacaran dengan Lisa BLACKPINK
Saat ditanya apakah ia ikut terlibat dalam proses kreatif lebih dari 75 merek di bawah LVMH, Arnault menjawab bahwa dirinya memang ikut berperan.
Insting tersebut bahkan terlihat saat ia mengunjungi toko-toko LVMH. Arnault mengatakan bahwa ia bisa langsung mengetahui bagian mana yang perlu diperbaiki.
Menurutnya, setelah ia memberikan beberapa perubahan saat berkunjung, lalu kembali seminggu kemudian, para manajer sering mengatakan bahwa performa toko menjadi lebih baik.
Arnault menegaskan bahwa kunci kesuksesan jangka panjang dalam bisnis barang mewah bukanlah pemasaran, melainkan kualitas produk.
Ia bahkan pernah mengatakan kepada tim pemasaran Louis Vuitton bahwa rumah mode mewah seharusnya tidak perlu melakukan pemasaran.
"Jangan melakukan marketing. Yang harus dilakukan adalah menciptakan produk, dan biarkan produk itu sendiri yang membuktikan kualitasnya."
Itu tadi poin penting Bernard Arnault dari sebuah wawancara langka dengannya soal cara mendidik anak sekaligus keputusannya dalam dunia bisnis.