Krisis
Selasa, 27 Januari 2026 10:54 WIB
Penulis:Redaksi
Editor:Redaksi

JAKARTA – Di tengah kehidupan yang kian bergantung pada teknologi digital, mati listrik dan internet secara menyeluruh bisa terasa sangat merepotkan. Mulai dari berkomunikasi, mencari hiburan, hingga mengakses layanan perbankan dan belanja, hampir seluruh aktivitas harian kini bergantung pada pasokan listrik dan koneksi internet.
Lalu, apa yang harus dilakukan jika koneksi tersebut mendadak terhenti? Saat pemadaman total terjadi, tentu kamu tak ingin panik karena harus mencari kebutuhan penting satu per satu. Karena itu, selama listrik dan internet masih tersedia, ada baiknya menyiapkan dan mengumpulkan berbagai perlengkapan penting di satu lokasi yang mudah dijangkau.
BACA JUGA: 15 Tanda-tanda Akan Terjadi Tanah Longsor, Waspada!
Selain itu, pikirkan juga apa yang dapat kamu lakukan sekarang untuk mempersiapkan diri menghadapi pemadaman listrik, serta hal-hal yang dapat dilakukan selama pemadaman, untuk mempermudahkan kamu dan keluarga. Berikut beberapa tips untuk memastikan kamu siap menghadapi pemadaman listrik total selama 7 hari.
Berikut beberara hal yang perlu kamu lakukan saat listrik mati total selama 7 hari:
Air minum bersih sangat penting untuk bertahan hidup saat terjadi pemadaman listrik. Sediakan sedikitnya satu galon air per orang setiap hari untuk kebutuhan minum dan kebersihan selama tujuh hari. Isi semua tempat penampungan air seperti ember, jeriken, atau toren begitu listrik padam, karena pompa air tidak akan berfungsi.
Microwave, kompor listrik hingga oven semuanya membutuhkan listrik. Jadi, pilih persediaan makanan yang awet tanpa pendingin, seperti makanan kaleng, kacang-kacangan, buah kering, dan beras. Hindari membuka pintu kulkas lebih dari empat jam agar suhu dingin di dalamnya tetap terjaga.
Pemadaman listrik juga menyebabkan pemadaman informasi, karena orang-orang menghabiskan hari tanpa internet, WhatsApp, panggilan telepon, dan TV. Hilangnya komunikasi secara total adalah hal yang paling membingungkan dan mengkhawatirkan.
Saat internet dan televisi tidak bisa diakses, radio menjadi sumber informasi yang paling bisa diandalkan. Sediakan radio bertenaga baterai atau power bank untuk mengikuti perkembangan informasi, serta radio putar tangan (hand-crank) sebagai sarana komunikasi darurat tanpa listrik.
Meski kerap dianggap sepele dan dilupakan, perangkat sederhana ini memiliki peran yang sangat penting ketika jaringan internet lumpuh dan akses informasi digital terputus.
Matinya jaringan internet kerap terjadi bersamaan dengan pemadaman listrik. Dalam situasi seperti ini, senter menjadi perlengkapan sederhana namun sangat penting, terutama untuk menunjang aktivitas dan menjaga keamanan pada malam hari.
Gunakan senter LED, headlamp, atau lentera yang dilengkapi baterai cadangan. Sebaiknya jangan gunakan lilin karena berisiko tinggi memicu kebakaran. Pastikan menyimpan beberapa senter dan baterai cadangan untuk berjaga-jaga jika terjadi pemadaman listrik saat gelap di luar .
Mengandalkan lampu ponsel bukan solusi tepat karena daya baterainya cepat habis, sementara perangkat tersebut tetap dibutuhkan untuk komunikasi darurat. Oleh karena itu, senter dengan baterai terpisah atau fitur isi ulang dapat menjadi penolong praktis saat akses digital terputus.
Pastikan perlengkapan P3K berisi lengkap seperti obat-obatan, perban, dan cairan antiseptik; setelah hari kedua, air minum sebaiknya direbus terlebih dahulu. Lepaskan seluruh perangkat dari stop kontak untuk mencegah korsleting saat aliran listrik kembali normal, dan manfaatkan ventilasi alami rumah guna mengurangi panas berlebih, terutama di wilayah beriklim tropis.
Pemadaman listrik dalam waktu lama dapat menimbulkan rasa tidak nyaman. Oleh karena itu, tetap pertahankan pola tidur yang teratur, cukupi kebutuhan cairan, dan konsumsi makanan secara rutin. Isi waktu dengan kegiatan ringan seperti membaca, berolahraga ringan, atau bercengkerama bersama keluarga agar terhindar dari stres dan bosanan.
Saat tidak ada aliran listrik, orang-orang bergantung pada baterai di perangkat mereka. Ketika listrik dan internet mati total, ponsel menjadi perangkat yang sangat penting meski koneksi terputus. Perangkat ini masih berguna untuk menerima informasi darurat, menyimpan data secara offline, dan mempersiapkan diri saat jaringan kembali aktif.
Dalam keadaan seperti ini, kehabisan baterai bisa menjadi masalah yang lebih serius dibanding hilangnya akses internet. Oleh karena itu, memiliki beberapa power bank berkapasitas besar akan sangat membantu menjaga ponsel tetap menyala selama gangguan.
Layanan internet satelit seperti Starlink kini mulai dianggap sebagai alternatif yang lebih tahan terhadap gangguan. Berbeda dengan jaringan kabel atau seluler, sistem ini tidak bergantung pada infrastruktur darat setempat, sehingga koneksi tetap berpotensi berjalan meski jaringan lokal mati.
Meskipun biayanya relatif tinggi, internet satelit bisa menjadi investasi jangka panjang bagi mereka yang memerlukan koneksi stabil dalam kondisi darurat.
Membayar dengan telepon dan kartu telah menjadi hal yang biasa, tapi kalau internet mati? Ketika internet mati total, hal itu bisa membuat berbagai layanan digital ikut terganggu, termasuk ATM, mobile banking, dan dompet elektronik.
Jika sistem pembayaran berbasis jaringan tidak dapat digunakan, uang tunai menjadi alat transaksi yang paling dapat diandalkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Menyimpan uang tunai dalam beberapa pecahan memudahkan proses pembayaran di situasi darurat. Pastikan uang tersebut ditempatkan di lokasi yang aman dan tahan air sebagai antisipasi jika kondisi memburuk.
Tak lupa sediakan juga cadangan tambahan bahan bakar di rumah menggunakan drum kecil atau jerigen. Terutama bagi yang memiliki genset, cadangan bahan bakar ini akan sangat membantu saat listrik padam dalam jangka waktu lama.
Meskipun konten yang dapat diunduh itu praktis, ada baiknya juga mempertimbangkan hiburan tradisional non-digital yang tidak bergantung pada listrik atau internet. Sediakan koleksi kecil buku atau majalah untuk dibaca di waktu luang agar tak stres. Kamu mungkin akan terkejut betapa menyenangkannya menemukan kembali kenikmatan membaca secara offline.
Jika kamu bersiap menghadapi pemadaman listrik di rumah bersama keluarga atau teman, permainan papan, permainan kartu, dan teka-teki dapat memberikan hiburan dan waktu kebersamaan selama berjam-jam. Manfaatkan waktu luang untuk mengerjakan proyek DIY yang sudah lama terbengkalai. Baik itu kerajinan tangan, atau berkebun, tetap produktif adalah cara yang bagus untuk menghabiskan waktu tanpa bergantung pada internet.
Sebaiknya pastikan ponselmu selalu terisi daya dan sediakan data seluler jika Wi-Fi sedang mati. Anda mungkin juga ingin menyediakan power bank yang terisi penuh, untuk mengisi daya ponsel, tablet, atau perangkat lainnya saat diperlukan.
Jaga agar pintu kulkas dan freezer tetap tertutup untuk melindungi isinya. Menurut Badan Standar Makanan (FSA), kulkas akan menjaga makanan tetap aman hingga empat jam selama pemadaman listrik, asalkan kamu menjaga pintunya tetap tertutup sebisa mungkin.
FSA mengatakan freezer yang penuh akan mempertahankan suhu yang aman selama kurang lebih 48 jam (24 jam jika setengah penuh) jika pintunya tetap tertutup.
Sebaiknya matikan semua peralatan listrik yang tidak dirancang untuk beroperasi tanpa pengawasan seperti kompor, panggangan, penggorengan, alat pelurus rambut, dan pemanas listrik agar tidak menyala tanpa kamu sadari setelah listrik kembali menyala. Sebaiknya cabut juga colokan TV dan PC, untuk menghindari kerusakan jika terjadi lonjakan listrik saat daya kembali.
Biarkan setidaknya satu lampu menyala di rumah, agar kamu tahu kapan listrik kembali menyala. Jika pemadaman listrik terjadi di siang hari, sebaiknya nyalakan satu saklar lampu untuk berjaga-jaga jika pemadaman berlanjut hingga malam hari.
Jika kamu bekerja dari rumah, ada baiknya untuk secara teratur menyimpan pekerjaanmu agar tidak kehilangan apa pun. Jika komputermu memiliki fungsi penyimpanan otomatis, pastikan kamu mengaktifkannya.
Menyiapkan beberapa selimut dan pakaian tebal yang mudah diakses agar semua orang di rumah tetap hangat adalah ide yang bagus. Kamu juga dapat mengurangi kehilangan panas dengan menutup pintu ruangan yang tidak digunakan dan dengan menutup tirai. Siapkan juga kotak P3K, untuk berjaga-jaga jika terjadi keadaan darurat.
Tulisan ini telah tayang di www.trenasia.id oleh Distika Safara Setianda pada 27 Jan 2026